Cardboard Aided Design

Tiap kali ngeliat-liat artikel “how to” di instructables.com, kadang di situ saya ngerasa pedih.


Banyak yang menggunakan kata-kata 3D printer, laser cutter, CnC. Walaupun ketiganya sebenernya udah bisa dibilang basic manufacturing tools, buat orang Indonesia kayak saya, itu masih termasuk kemewahan. Sebenarnya bisa juga menggunakan kit kayak makeblock, k’nex, strawbees, lego mindstorms. Tapi, itu pun kalau memang mau (atau mampu) untuk menyediakan tambahan dana.

Saya berniat membuat manufacturing tools itu sendiri, versi DIY (Do it Yourself), untuk nantinya ngebantu mempercepat proses prototyping saat sedang menjalani hobi saya sebagai maker. Hingga para manufacturing tools itu bisa terwujud, saya tetap harus membuat prototype untuk segera diaplikasikan (karena prototype yang bentuknya cuma ide/dokumen belum bisa dirasakan manfaatnya hingga bisa dicoba dan digunakan).

Saat ini, untuk membuat prototype, saya menggunakan bahan seperti:

  • Kardus bekas pizza
  • Impraboard
  • Batang es krim
  • Kawat untuk membuat engsel

Kenapa menggunakan bahan-bahan itu? Karena, jujur aja, di kantor saya, inMotion, pizza itu mata uang. Sehingga setiap kali ada transaksi, maka akan ada sampahnya. Jadi, buat saya, punya banyak bahan kardus adalah kemewahan. 🙂 Impraboard digunakan untuk prototype yang rentan kena air, sedangkan batang es krim berguna untuk hal-hal yang lebih kecil di mana kardus/impraboard nggak bisa digunakan.

Apa aja sih prototype yang udah dibuat dari bahan-bahan tersebut? Yang pertama adalah google cardboard (oke, ini bukan prototype yang saya buat, tapi setidaknya, untuk mencoba VR, ini dibutuhkan). Kedua adalah sebuah InsectBot, yang aslinya menggunakan laser cutter ke MDF, sekarang dibuat menggunakan batang es krim.

insect-bot
InsectBot

Ketiga adalah sebuah DrawBot yang berbasiskan plotclock, menggunakan 3 buah servo sg90 (servo yang tadinya ada di InsectBot, lalu dikorbankan).

sg90-drawbot
sg90 DrawBot

Jadi, menggunakan bahan-bahan yang mudah tersedia dibandingkan 3D printer atau laser cutter, saya bisa langsung membuat prototype tanpa harus menunggu tersedianya alat-alat tersebut. Dengan langsung membuat prototype, saya bisa langsung mencoba beres atau nggaknya hal yang mau dilakukan sekaligus mengukur apakah hal itu akan dilanjutkan, direvisi, atau bahkan dibatalkan.

Make do with what you have, and then conquer the world.

~ibnutri, boleh dicontek tanpa izin kalau mau

One thought on “Cardboard Aided Design”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *