Uni Jetstream 3, What Kind of Sorcery is This?!

Saya cukup gila soal pilihan merek pulpen dan notebook. Maklum, sejak kelas 6 SD saya sudah paham segala kelebihan dan kekurangan ballpoint, rollerball pen, dan gel pen. Sejak saat itu pula hati ini terjerat kecanggihan gel pen, dan tentu saja emoh balik ke era primitif bersama ballpoint.

Sempet ada masa ketika saya beralih sejenak dari gel pen, lalu tergila-gila sama drawing pen. Masalahnya, drawing pen buat nulis panjang lebar itu MAHAL KELEUS. Apalagi standar saya serendah Pilot Drawing Pen. Snowman dan Zebra Millipen justru terasa lebih boros karena pemakaiannya yang keliru bawaan orok, hahahahaha… Tapi, paling sakit pas saya mulai melirik Rotring Rapidograph. Udahlah mahal, perawatannya ribet, dan masih saja saya pakai untuk nyatet dan nulis jurnal. Plis. Ada alasan sangat jelas kenapa Rotring dijual dengan label technical pen!

Untungnya, saya nggak pernah “naik kasta” ke fountain pen. Amit-amit, jangan deh! Lah wong tinggal di Indonesia, dengan toko stationery yang lebih doyan nyetok barang lucuk ketimbang barang fungsional. Gel pen yang bagus aja susah nemunya, boro-boro fountain pen.

Hingga kemarin saya cinta matik sama Pilot Hi-Tec-C 0.3. Di Bandung saya baru menemukannya di Gunung Agung BIP. Di Gramedia ada sih, tapi kebanyakan berukuran nib 0.4. Warna pun item doang.

Pilot G-2? Kalau bukan 0.38, ogah! Benar-benar overrated. Performa nggak sebanding dengan harga.

Zebra Sarasa? Saya selalu takjub pada mereka yang kuat nulis panjang lebar pakai beginian. 😛

Catatan: Keduanya menggunakan mekanisme rollerball walau tintanya water-based, jadi wajar kalau saya kurang menyukainya akibat fitur khas rollerball yang serba nanggung. Kalau Anda nyaman pakai rollerball, ya silakan. Performa G-2 lebih oke, sementara Sarasa menawarkan banyak pilihan warna tinta.

Tapi, belakangan saya mulai kesulitan nemu refill Hi-Tec-C 0.3. Bahkan warna item mulai jarang. Solusinya, ya terpaksa beli di Ali Express. Karena ngimpor sendiri, otomatis harga lebih mahal, dengan ongkir relatif mahal, dan ada risiko ilang di perjalanan, atau bahkan diembat oknum cukai.

Koleksi Pilot Hi-Tec-C saya. Cuma warna oranye yang berukuran nib 0.25. Lainnya 0.3.
Koleksi Pilot Hi-Tec-C saya. Cuma warna oranye yang berukuran nib 0.25. Lainnya 0.3.

Dengan berbagai pertimbangan itu, saya putuskan, kalau memang kudu belanja pulpen di Ali Express, mending sekalian beli Coleto.

Basically, Coleto adalah Hi-Tec-C berbentuk barrel (berisi beberapa cartridge). Hampir semua pulpen berbentuk barrel di dunia ini punya keterbatasan senada: Begitu tinta salah satu warna habis/kering/rusak, solusinya ya beli cartridge warna tersebut, atau beli barrel baru (padahal cartridge warna lain mungkin belum habis/kering/rusak). Coleto beda. Modularitasnya luar biasa! Pertama, pilih dulu barrel yang diinginkan, mau yang berisi 3, 4, atau 5 cartridge. Lalu, pilih cartridge. Mau pen warna apa? Mau ukuran nib yang mana? Atau mau pensil mekanik? Dengan penghapus sekalian? Bisa dibongkar pasang sesuka hati dalam 1 barrel!

Gambar dapet dari www.jetpens.com. Ati-ati kalap. Ongkirnya mahal kebangetan!
Gambar dapet dari www.jetpens.com. Ati-ati kalap. Ongkirnya mahal kebangetan!

Masalahnya, bertahun-tahun saya nyari Coleto di Indonesia, eh nggak kunjung nemu. Seminggu lalu saya nemu tante pedagang Pasar Atom (di Surabaya) yang jual Coleto 3. Barrel doang, tanpa cartridge. Coleto memang gitu sih, barrel dan cartridge dijual terpisah. Tapi, tante tersebut cuma berusaha mengosongkan stok berumur 5 taon, makanya nggak punya cartridge, dan nggak berencana nyetok lagi. TENTU SAJA SAYA LANGSUNG PESEN 4 BIJI.

Beberapa hari lalu saya nemu ballpoint ajaib di toko stationery sebelah BIP. Uni Jetstream 3 dengan ukuran nib 0.38. Basically ini adalah Uni Jetstream berbentuk barrel berisi 3 cartridge. Modularitasnya nggak sekeren Coleto. Desain barrel juga nggilani, terutama klip yang tampak ringkih. Tapi, begitu saya pakai untuk nulis beberapa hari belakangan, lantjar djaja tanpa patah/macet babar blas! Tebalnya konsisten, dengan ketebalan setara Hi-Tec-C 0.3. HANJIR, INI BALLPOINT LHO! Segala kekurangan khas ballpoint teratasi, sementara segala kelebihan khas ballpoint, yaitu cepet kering dan nggak mblobor (=smudge) justru menjadikannya menang telak atas Hi-Tec-C. What kind of sorcery is this?!

Contoh goresan Pilot Hi-Tec-C dan Uni Jetstream 3.
Contoh goresan Pilot Hi-Tec-C dan Uni Jetstream 3.

Sayangnya, toko stationery sebelah BIP itu nggak sedia cartridge-nya. Entar, begitu tinta salah satu warna habis/kering/rusak, saya kudu beli barrel baru seharga 50 ribuan. Itu pun kalau pemilik toko ybs memutuskan untuk terus nyetok. Kalau nggak? Ya udah, beli di Elevenia, yang ngimpor dari Korea. Harga dipermak jadi 80 ribuan, masih juga ditambah ongkir 100 ribuan. Demi sebatang ballpoint 3 warna yang lebih mantap ketimbang gel pen Hi-Tec-C? Demi nggak pakai Sarasa dan Faster yang biasanya malah bikin pengen nujes-nujes mata? YAEYALAH. KAN GILA, MUAHAHAHAHAHAHA…

Fun fact: Uni Jetstream ternyata buatan Mitsubishi. Penghapus pensil favorit saya, Boxy (YANG CIYUS LEBIH OKE DARI STAEDTLER DAN DERWENT!), juga buatan Mitsubishi. Nggak nyangka ya, mereka ternyata nggak cuma jago bikin mobil pickup!

Published by

heyDian

Designing games, playing life~

10 thoughts on “Uni Jetstream 3, What Kind of Sorcery is This?!”

    1. Ada cara untuk ngobatin mata pena uni pin mitsubisi yang agak ambles ke dalen ga? Sayang banget belom 2 bulan udah ambles aja..
      Bingung..
      Padahal uni pin itu cantik banget pulpennya..

  1. kirain saya aja yang gila karena perpulpenan XD.
    sama, nih.. saya juga lagi nyari refill coleto yang warna lime green, nib 0.3. terakhir nitip temen pas dia lagi ke Jepang. sekarang stok saya udah abis.. 🙁

    eiya.. salam kenal, mbak! 😀

    1. Senang kan ya kalau tetiba ketemu orang yang juga tergila-gila sama pulpen? Ternyata kita normal! 😀

      Semoga bisa segera menemukan refill Coleto ya.

  2. lah, kalo 50 ribuan mending beli fountain pen aja. ada yang 58-45 ribu kok namanya platinum preppy. nib-nya 0,2 0,3 0,5 warna juga banyak terutama yang 0,3. bisa di isi ulang pake cartridge atau pake converter. kalo pake converter lebih enak lagi. bisa gonta ganti warna dari ink merek lain. cuman harganya lebih mahal ketimbang pennya. +70 ribuan kalo ngak salah. masalahnya ink buat fountain pen jarang di indo mentok mentok hitam biru merah. aku beli di sini nih pennya http://www.smartyhands.com sebenernya lagi nyari tempat jualan ink fountain pen di surabaya eh, nyasar di sini. semoga membantu deh infonya 🙂

    1. Makasih rekomendasinya, tapi saya belum siap terjun ke dunia fountain pen, hihihi…

      Smartyhands toko yang oke banget tuh. Dulu saya beli Zebra Mildliners di situ, pelayanannya memuaskan. 😀

  3. Kalo saya waktu itu beli Zebra F-701, tapi kecewa ama refil nya yang so-so.
    Akhirnya nyoba beli refill Hi-Tec-C Slim Knock, modif dikit, jadi deh F-701 nya isi Gel 😀

  4. Sejujurnya saya nyasar ke sini karena nyari tempat jualan pulpen pilot hitec 0.3. Awal ketemu nemu di kelas 😛 (dasar mahasiswa kere). Dari dulu suka pake pulpen gel nip 0.3an (yg tajam pokoknya). Kenalan sama pilot hitec 0.3 langsung jatuh hati. Selama ini pake pulpen gel ga ada yg seoke ini. Tajem, tinta ga nembus, bikin catetan jadi cantik. Sayangnya ga pernah nemu di toko alat tulis di bandung. Gunung Agung BIP udah gulung tikar. Pas cari2 di toko onlen, harga paling rendahnya 15k per biji blm ongkir. ternyata mahal uga hahaha pantesan enak parah. (kan mahasiswa kere)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *