attention span

Setelah 14 Hari Puasa Medsos…

Beberapa bulan belakangan, kecanduan saya akan media sosial (medsos) makin parah. Sebagai bagian dari Generasi M(enunduk) yang baik dan benar, saya habiskan seharian dan semalam suntuk memelototi ponsel. Alhasil, bangun kesiangan, nggak sarapan, boro-boro olahraga. Belum lagi didera perasaan bersalah akibat nggak menyelesaikan tugas-tugas penting. Lalu, pada 25 Mei 2016 saya putuskan, puasa medsos sajalah!


Apa yang saya pelajari selama 14 hari ini?

Hari Ke-1

Saya uninstall Twitter, Facebook, Path, Instagram, dan Line dari ponsel. Hanya YouTube, Pinterest, Stellar, Quora, dan Instructables yang saya pertahankan. Dengan teknik Pomodoro, saya masih bisa membatasi durasi jelajah kelima medsos itu.

Perasaan: Bangga, ternyata saya berani melakukannya. Gemas, Google+ dan semua aplikasi lain bawaan Google nggak bisa dihapus dari ponsel Android saya.

Hari Ke-2

Berulang kali saya mengeluarkan ponsel dari tas/kantung, membuka kunci layarnya, membuka folder di mana biasanya aplikasi-aplikasi medsos berada, bengong sekian detik, mengunci layar ponsel, dan memasukkannya kembali ke dalam tas/kantung. Perulangan ini terjadi dalam hitungan menit lho.

Perasaan: Kaget, ternyata kecanduan medsos itu soal kebiasaan, yang sepertinya sudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Baru sekarang saya sadar, betapa seringnya saya mengambil dan menyalakan ponsel. Wow!

Hari Ke-3

Sama seperti hari kedua, tapi frekuensinya berkurang.

Perasaan: Masih kaget, tapi juga mulai percaya bahwa saya akan bisa mengatasi kecanduan ini.

Hari Ke-5

Sama seperti hari kedua, tapi saya melakukannya hanya tiap beberapa jam, terutama saat makan siang dan makan malam. Untuk mengisi waktu, saya menatap langit, baca buku (di ponsel juga sih, tapi kan konsumsi ilmu berharga alih-alih drama kehidupan dan nyinyiran orang lain!), coret-coret buku gambar, beberes rumah, atau tidur. Kalau sedang di luar, saya memilih menatap mobil dan motor yang melewati jalanan. Atau mbak kasir yang suka menyisipkan rambutnya ke balik telinga. Atau tante yang alisnya sepertinya digambar dengan Sakura Koi brush pen berukuran nib XL.

Perasaan: Ya ampun! Menyenangkan sekali ya makan sambil ngobrol ngalor ngidul bareng kakanda. Omaigat! Kok ada pohon yang daunnya bisa berubah warna dari hijau menjadi merah?!

Hari Ke-6

Saya mulai kangen teman-teman dekat, yang biasanya bercerita mengenai kehidupan sehari-harinya melalui Path. Sebaliknya, saya nggak kangen Twitter dan Facebook. Memang, seakan saya balik ke dalam cangkang, tersembunyi dari dunia. Tapi, saya masih bisa memperoleh berita-berita fenomenal dari suami, bapak penjual ayam goreng langganan, dan Rosinta-sensei (guru les Jepang).

Hari Ke-8

Saya butuh belanja klip kertas dari sebuah toko di Instagram. Ya udah, install lagi. Ternyata, toko lain sedang menawarkan pre-order untuk 6-ring binder Kikki K., tapi sayangnya, dia hanya mau diajak ngobrol lewat Line. Saya emoh install Line lagi untuk saat ini. Cuma ada 2 orang teman dekat di situ, yang toh bisa mengontak saya lewat Whatsapp atau SMS kalau memang butuh banget. Sisanya komunitas gamers yang sangat cerewet, plus kenalan yang kadang mengundang seluruh pengguna Line yang tercatat di ponselnya untuk main game geje. Untungnya, ukuran binder Kikki K. itu nggak cocok dengan yang saya cari.

Perasaan: Senang, saya masih bisa menahan diri. Kesal, kenapa toko yang satu itu nggak mau install Whatsapp aja sih untuk berkomunikasi dengan pembeli?! Saya kan sedang puasa medsos. Mbokyao dia yang mengalah, kurang-kurangin egonya, dan hargai niat mulia saya ini! Kalau saya tergoda balik ke medsos, gimana dong?! Kaya gitu kali ya perasaan orang yang menuntut semua tempat makan dan “maksiat” ditutup sepanjang bulan Ramadan? Hehehehehe…

Hari Ke-9

Saya menamatkan 2 buku dalam seminggu! HUWOW!

Perasaan: Lega, sepertinya kecanduan saya akan medsos mulai teratasi. Bangga, saya mulai rajin menggambar.

doodle daun
Lumayan, kan? 😀

Hari Ke-14

Saya menulis artikel ini.

Perasaan: Asli, pengen banget lompat-lompat sambil teriak, “AKHIRNYA! AKHIRNYA ADA POST BARU YANG DIMUAT PADA TAHUN 2016 DI BLOG INI!”

Saya akan lanjut berpuasa medsos hingga akhir bulan Ramadan. Semoga saat hari kemenangan itu tiba, saya berhasil mengatasi impuls serta bisa menggunakan medsos dengan kesadaran dan fokus yang lebih baik.

Selamat berpuasa bagi Anda yang sedang menjalaninya, apa pun bentuknya.

photo credit:

Published by

heyDian

Designing games, playing life~

4 thoughts on “Setelah 14 Hari Puasa Medsos…”

    1. malah risih sama postingan ibu2 doyan medsos, segala diupdate 🙁
      nggak beda sama abege. keknya butuh piknik biar ga nyari hiburan di medsos doang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *