YNAB, Aplikasi Kelola Keuangan dengan Sistem Amplop

Untuk pengelolaan keuangan rumah tangga, saya suka sekali menggunakan sistem amplop. Cuma, ribetnya itu lho… Untung ada YNAB.

Dengan sistem amplop, tiap kali ada uang masuk, saya langsung bayarkan berbagai kewajiban yang bisa dibayar melalui transfer antar-bank, seperti tabungan dana darurat, asuransi, kosan, les Jepang, dan paket data. Sisanya, untuk MAKAN sehari-hari, TRANSPORTASI, dan ongkos KERJA di kafe, saya simpan dalam amplop tersendiri. Satu amplop untuk tiap pos. Hasilnya, saya nggak pernah lagi mengalami bokek pada tanggal tua. Bokeknya justru setelah uang saya terima. *lho

Sistem amplop membantu banget karena:

  • Kalau menabung di awal, walau uang keburu menipis sebelum siklus kas berikutnya, saya tetap tenang. Kan sudah nabung.
  • Jajan pun bisa dibatasi. Pas bisa hidup mewah, nonton bareng suami di Velvet CGV tanpa rasa bersalah. Pas mepet banget, ya sudah, nongkrong di Teras Cikapundung saja.
  • Saya nggak perlu mencatat semua transaksi belanja, tapi jelas banget dalam satu siklus kas, seberapa banyak yang saya bisa alokasikan untuk sebuah kebutuhan.

Masalahnya, anggaran kan tergolong rencana ya. Dan, rencana apa pun bisa buyar sewaktu-waktu. Kadang, saya miskom dengan suami, eh tetiba pada tengah bulan, dia butuh isi ulang alat tes gula darahnya, ya masa saya tolak, “Tunggu uang masuk lagi ya?” Keburu modyar. Kalau kadung begitu, saya perlu menyisihkan sedikit-sedikit dari beberapa amplop, lalu memasukkannya ke amplop KESEHATAN. Ribet.

Seorang teman kemudian menyarankan aplikasi YNAB (You Need a Budget). Aplikasi ini menerapkan sistem amplop, tapi dengan tampilan muka yang jauh lebih keren daripada setumpuk amplop dikaretin.

Bagusnya YNAB

Hampir sebulan saya pakai YNAB, dan sejauh ini, saya puas. Perencanaan anggaran jadi lebih cepat. Saya juga nggak perlu menyimpan terlalu banyak uang di dompet. Selain itu, aplikasi ini:

    • Bisa digunakan untuk rupiah walau bawaan standarnya adalah dolar Amerika.

    • Memungkinkan saya memindah-mindah nominal dari satu amplop (mereka menyebutnya “category“) ke amplop yang lain. Terasa lebih otomatis dan praktis dibanding cara analog.
    • Memungkinkan saya mematok target nominal bulanan per amplop. Katakanlah, misalnya, saya ingin beli kacamata baru, beli iPhone dalam setahun, dan mengunjungi pameran Ghibli pada September. Nah, target ini bisa disetel per jumlah total target, per bulan, atau per bulan hingga bulan tertentu. Otomatis terhitung berapa besarnya “cicilan” yang saya perlu tabung tiap bulan. Kalau ada target dengan tanggal yang telah ditentukan, nominal aktual di laman anggaran berubah warna, jadi oranye. Begitu target terpenuhi, warnanya berubah jadi abu-abu atau hijau.
Setel target…
… agar tahu tiap bulan kudu nabung berapa.
  • Membantu melunasi, kalau ada, utang kartu kredit. Inilah fitur paling keren dari YNAB. Katakanlah, saya mengalokasikan Rp 200.000 untuk transportasi. Ketika tiba saatnya bayar Uber sebesar Rp 50.000, ndilalah saya nggak bawa uang tunai, akhirnya bayar pakai kartu kredit. Setelah saya catat transaksinya di YNAB, di laman anggaran terlihat bahwa di amplop TRANSPORTASI–yang tadinya Rp 200.000–jadi Rp 150.000. Sementara di amplop UTANG KARTU KREDIT ada uang yang siap dibayarkan sejumlah Rp 50.000. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan untuk menunggak kartu kredit. Bisa saja seluruhnya dibayar lunas saat tagihan tiba; uangnya siap kok.
  • Proses sinkronisasi lumayan cepat. Saya kurang suka tampilan versi mobile, jadi lebih suka merencanakan anggaran melalui versi web browser. Tapi, berkat sinkronisasi yang bagus, saya bisa memperbarui anggaran lewat HP.
  • Konon, keamanan datanya bagus karena menggunakan teknologi entah-apalah-namanya-pokoke-setara-CIA. Saya nggak terlalu peduli sih. Aplikasi ini nggak bisa mengakses pundi-pundi uang saya. Cuma catatannya. Kalaupun data “bocor”, paling banter ketahuan kapan saya baru beli lingerie di mana seharga berapa. *ihik
  • Dilengkapi banyak sekali materi panduan kelola keuangan. Kalaupun Anda memutuskan nggak ingin pakai YNAB, materi ini tersedia gratis di YouTube, dan sebaiknya Anda tonton karena sangat bermanfaat.

Jeleknya YNAB

Walau begitu, ada beberapa fitur yang saya harapkan bisa diperbaiki. Misalnya:

  • Notes di tiap amplop terlalu sederhana. Padahal, saya memanfaatkannya untuk mencatat lebih mendetail, uang yang ada dalam amplop tertentu bakal saya pakai untuk apa saja.
  • Tampilan muka versi mobile busuk amit-amit.
  • Layanan pengguna, untuk sebuah aplikasi daring berbayar, agak menyedihkan. Tapi, di Reddit komunitasnya lumayan aktif, dan siap membantu apa pun pertanyaan Anda.

Kalau tertarik, YNAB (You Need a Budget) tersedia untuk web browser, iOS, dan Android. Gratis masa percobaan selama 34 hari pertama, tapi setelah itu bayar USD 50 setahun.

Alternatifnya…

Seperti yang direkomendasikan Ikram Putra, ada alternatif YNAB untuk Anda yang emoh bayar mahal untuk sebuah aplikasi kelola anggaran. Namanya Goodbudget. Tersedia versi gratis selamanya. Silakan coba kalau Anda nggak butuh terlalu banyak amplop.

Published by

heyDian

Designing games, playing life~

2 thoughts on “YNAB, Aplikasi Kelola Keuangan dengan Sistem Amplop”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *