The Game of Life by Dian Ara (@heyDian) #TEDxJakarta 2017

Seperti yang pernah saya janjikan, berikut ini video di mana saya berbicara di panggung TEDxJakarta 2017.

Dalam kesempatan tersebut saya buka-bukaan aib bercerita tentang:

  • Bagaimana saya semasa kecil merayu nenek dan tante agar membelikan yang saya mau
  • Bagaimana saya mendapatkan beasiswa dari SMA favorit di Surabaya ketika aslinya nggak ada penawaran beasiswa
  • Bagaimana saya lulus SMA ketika pendidikan saya–satu-satunya anak perempuan dari 5 bersaudara–jelas-jelas bukan prioritas bagi mama papa yang kondisi finansialnya menyedihkan
  • Bagaimana saya memasuki industri game Indonesia, padahal ijazah baru SMA
  • Bagaimana saya belajar freelance jauh lebih cepat ketimbang kebanyakan freelancers pemula

Jujur saja, saya nggak pernah nyaman tampil di depan banyak orang. Selfie pun jarang banget. Terasa surreal nonton video di mana wajah saya mendominasi layar. Untung nggak ada bulu hidung yang overlap ya.

Walau begitu, yang membanggakan justru momen yang tampak di detik terakhir video tersebut: Aulia Masna ngakak dan istrinya, Andina Masna, bertepuk tangan. I mean, c’mon, it’s THE Aulia Masna! Bisa bikin dia ngakak mah achievement yang lebih besar daripada tampil di TEDxJakarta! *dikeplak kurator

So, enjoy the video. Semoga pengalaman yang saya ceritakan bisa membantu Anda menjalani kehidupan. Atau, minimal terinspirasi untuk mengakali segala situasi yang perlu diakali.

Pertanyaan Terbaik saat Belajar Game Design (atau Apa Pun)

Pertanyaan yang diajukan kebanyakan pemula di komunitas Game Developer Indonesia (GDI) bisa dikelompokkan menjadi 2 macam. Yang paling cerdas, “Pengen bikin game, kemampuan apa yang saya perlu miliki?” Sementara yang paling oneng, “Gimana caranya bikin game?” bisa bikin para senior di GDI mendadak migren.

Gimana dong?

Ketika Cah Ndeso Jadi #TEDxJakarta Speaker

Jakarta, 10 Juni 2017 akan menjadi hari yang takkan pernah terlupakan seumur hidup. Untuk pertama kalinya saya melakukan public speaking. Nggak tanggung-tanggung, di atas panggung teater Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), di hadapan 450+ orang yang lolos seleksi audiens TEDxJakarta ke-12.

Lalu?

5 Bocah Bertubuh Semlohay Ini Rindu Belaian

Walau masih sangat muda, kelima bocah ini pintar, mandiri, dan gemar bertualang. Juga sangat cantik dengan rambut lebat dan lekuk tubuh semlohay. Lebih dari itu, mereka adalah teman yang sensitif, lucu, hangat, dan setia. Sungguh ideal bagi Anda yang mendambakan teman yang siap bermanja-manja di malam-malam yang dingin dan sepi.

Yuk, berkenalan dengan mereka

Setelah 14 Hari Puasa Medsos…

Beberapa bulan belakangan, kecanduan saya akan media sosial (medsos) makin parah. Sebagai bagian dari Generasi M(enunduk) yang baik dan benar, saya habiskan seharian dan semalam suntuk memelototi ponsel. Alhasil, bangun kesiangan, nggak sarapan, boro-boro olahraga. Belum lagi didera perasaan bersalah akibat nggak menyelesaikan tugas-tugas penting. Lalu, pada 25 Mei 2016 saya putuskan, puasa medsos sajalah!

Apa yang saya pelajari?

Jajan Suami Dijatah Istri, Siksa atau Bahagia?

Jumat kemaren di Twitter rame tagar #SejakMenikah. Salah satu pekicau, kayanya seorang suami, ngaku merasa bagai berada dalam penjara gegara tiap hari dijatah duit jajan oleh istrinya. Kakanda pernah juga diketawain temennya, yang lajang, begitu si temen tau dia dapet jatah jajan harian. Lah? Kakanda tampaknya bahagia dengan sistem pengelolaan keuangan yang saya terapkan. Tapi, kenapa jatah jajan itu terkesan seakan menyiksa suami?

Padahal, gini lho…

Battle of Ndasmu!

Setelah sembuh dari wabah flu yang melanda kantor, lalu berkutat dengan tumpukan kerjaan, akhirnya semalem saya dan kakanda punya sedikit waktu luang untuk nonton film di Blitz. Ada 2 judul yang saya incer: Inside Out (karya Pixar) dan Battle of Surabaya (karya anak bangsa bapak emaknya). Tapi, seperti biasa, pilihan akhir jatuh pada film apa pun yang jadwalnya cocok dengan jam berapa saya nyampe PVJ. Berhubung ternyata Blitz cuma nayangin Inside Out, ya udah, Inside Out.

Lalu, negara api menyerang…

Beli Itu Kalah

Beberapa minggu lalu, saya sempat membaca tulisan Glenn Marsalim yang dimuat di Linimasa. Tentang gimana orang-orang jadi “lumpuh” karena terbiasa “membeli”. Saya sendiri pernah menyaksikan betapa kagetnya murid saya setelah dia nanya, “Lagi ngapain, Pak?” dan saya jawab, “Ngejahit baju.” Pernah juga, ketika saya dan teman-teman sekantor mengenakan topeng kardus di Pasar Seni ITB 2014, banyak pengunjung lain yang berkomentar, “Topengnya bagus. Beli di mana?” Tapi, begitu tahu topeng-topeng itu buatan kami sendiri, ketertarikan mereka langsungĀ menguap. Pedih ya.

Lanjut?