Saya Dian Ara, ADHD, dan Butuh Bantuan

Saya tahu saya beda dari kebanyakan orang. Dan, perbedaan itu bikin saya menderita tiap hari. Dan, karena itu, saya cari solusinya. Yang ternyata, cukup menyita waktu, energi, dan kesabaran. Setelah bertahun-tahun gonta-ganti terapi dengan 2 psikolog dan 3 psikiater, akhirnya saya ketemu psikiater yang memberikan diagnosis paling pas dengan segala gejala yang saya rasakan: ADHD alias Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Continue reading “Saya Dian Ara, ADHD, dan Butuh Bantuan”

Grup Whatsapp untuk Mendampingi Bullet Journal

Untuk menjaga produktivitas, saya pakai Bullet Journal. Sistem manajemen waktu dan proyek rancangan Ryder Carroll ini paling enak diterapkan di buku catatan, yang tentu saja saya bawa ke mana-mana. Tapi, ada kalanya saya terlalu malas atau sulit mengeluarkan buku dari dalam tas. Solusinya, aplikasi HP.

Pilihan saya jatuh pada Whatsapp. Satu grup di mana adminnya adalah saya, anggotanya adalah saya, dan kontennya dari saya untuk saya.

Eh, gimana?

Menabung dengan Tujuan Lebih Menyenangkan

Dulu, saya belajar satu ilmu penting dari Safir Senduk soal tujuan keuangan: “Menabunglah sebelum belanja.” Kebiasaan ini mengatasi impulsivitas saya. Asalkan sudah menabung, sisanya boleh saya pakai untuk foya-foya. Tanpa rasa bersalah.

Masalahnya, menabung tanpa tujuan itu kurang efektif. Saya cuma memasukkan uang ke tabungan biasa, yang lama-lama pasti tergerus inflasi. Bok, biaya admin saja lebih besar dari bunganya!

Gimana dong?